Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Jakarta – Penurunan angka pengangguran di Indonesia mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup apabila tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI menilai keberhasilan pembangunan di sektor ketenagakerjaan tidak hanya diukur dari semakin sedikitnya jumlah pengangguran, tetapi juga dari tersedianya pekerjaan yang layak, produktif, dan mampu memberikan penghasilan yang memadai.
Data Pengangguran Tunjukkan Tren Positif
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran pada Mei 2026 tercatat sekitar 7,22 juta orang. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan Februari 2026, meski penurunannya relatif tipis.
Perkembangan ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi nasional masih mampu menciptakan kesempatan kerja baru. Pemerintah bersama dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan disebut memiliki peran penting dalam menjaga tren tersebut agar terus berlanjut.
DPR: Jangan Hanya Mengejar Penurunan Angka
Meski angka pengangguran menurun, DPR mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada pencapaian statistik. Kualitas pekerjaan dinilai harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan pekerja.
Lapangan kerja yang ideal tidak hanya menyediakan kesempatan bekerja, tetapi juga memberikan kepastian pendapatan, perlindungan sosial, serta peluang pengembangan karier bagi tenaga kerja.
Dengan demikian, masyarakat yang telah memperoleh pekerjaan dapat menikmati kondisi kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.
Pengangguran Usia Muda Masih Menjadi Tantangan
Selain kualitas pekerjaan, tingginya tingkat pengangguran pada kelompok usia muda juga menjadi perhatian. Lulusan baru masih menghadapi tantangan untuk memasuki dunia kerja karena adanya kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan industri.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah didorong memperkuat pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kompetensi, program magang, hingga sertifikasi profesi agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Perkuat Sektor Penyerap Tenaga Kerja
DPR juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, seperti pertanian, industri pengolahan, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di sisi lain, ekonomi digital juga dinilai memiliki potensi besar dalam membuka peluang kerja baru, terutama bagi generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang teknologi dan ekonomi kreatif.
Kesejahteraan Pekerja Jadi Prioritas
Ke depan, pemerintah diharapkan tidak hanya menjaga tren penurunan pengangguran, tetapi juga memastikan setiap pekerjaan yang tercipta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kualitas pekerjaan yang lebih baik, produktivitas tenaga kerja nasional diharapkan meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan taraf hidup masyarakat.
